Menuntut Ilmu itu Harus Jujur dan Sabar

Di suatu kelas, di gedung yang megah suatu universitas ternama di perbatasan kota Jakarta. Disini ku belajar kejujuran. Disini ku belajar kesabaran. Disini ku belajar kerjakeras.

Disaat ruangan sedang hening, semua mahasiswa sedang sibuk mengerjakan soal ujian masing-masing, terkadang tertawa karena melihat sang dosen pengawas sedang makan di ruangan ini. Memang dosen yang satu ini terkenal akan keunikannya. Namun hari ini ku mendapat pelajaran dari beliau.

Disaat suasana kembali hening, tiba-tiba sang dosen berdiri dan berjalan menuju ke salah satu kursi seorang mahasiswa. Secepat elang menangkap mangsanya, sang dosen langsung mengambil kertas ujian yang sedang dikerjakan oleh mahasiswa tersebut. Kemudian sang dosen pun menunjukkan kepada semua mahasiswa di ruangan tersebut dibalik kertas ujian terdapat kertas contekan, sambil mengatakan “Kamu sekarang mendingan pulang saja, kamu sudah pasti tidak lulus, ternyata disini banyak komplotannya gayus, neneng sri wahyuni dan nazarudin. Bagaimana negara ini bisa maju kalo penerus bangsanya seperti ini. Saya yakin Indonesia akan tambah bobrok karena mahasiswa-mahasiwa nya seperti ini. Sudah kamu pulang saja, buat apa nyontek, tak ada gunanya, kamu sudah pasti tidak lulus mata kuliah ini, belajar tuh mesti sabar dan gak boleh curang”

Aku dan kawan-kawan pun terhenyak sekejap, kemudian sang mahasiswa ini pun keluar dari ruangan. Setelah mahasiswa keluar, sang dosen kembali melanjutkan pembicaraanya ” Belajar tuh mesti sabar, saya juga pernah ngerasain kok apa yang pernah kalian rasakan sekarang. Anak saya sekarang sedang menyelesaikan skripsinya, namun pada saat ujian tidak lulus kemudian kemarin menangis di kamarnya. Saya bilang kepada anak saya, belajar itu mesti sabar dan kalau belum lulus, berarti mesti belajar lebih keras dan berdoa, nanti coba lagi ujiannya. Hal yang utama dalam menuntut ilmu adalah jujur dan sabar.”

“Percuma kalian sholat sambil nungging-nunggin tetapi tidak ada efeknya bagi kalian. Bukankah sholat itu mencegah dari hal yang munkar. Bukankah Allah itu lebih dekat dari pada urat nadi. Kenapa kita tidak takut pada Allah? Kenapa kita takutnya kepada nilai ujian? Nilai ujian mah gampang diperoleh, ini mah hanya dunia dan juga ini hanya teori, yang utama adalah praktik di lapangan bukan teori. Orang Indonesia sekarang kebanyakan haya pintar teori tetapi praktiknya nol. Bukankah hidup diakhirat lebih lama dan lebih nikmat dari pada di dunia? Bukankah nikmat di dunia ini hanya secuil yang diberikan Allah? Jadi tak perlu menyontek lah. Menyontek itu sarangnya korupsi. Kalo mau dapat nilai bagus “iqro” bacalah. Di Alquran sudah jelas kalau kita sebagai manusia disuru “iqro” bacalah. Iqro bismirobbikalladzi kholaq, kholaqol insana min alaq, iqro warobbukal akrom. Alladzi ‘allama bil qolam dst. Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptkan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah dan Tuhanmulah yang mulia dst. Intinya adalah baca. Kalau tak mau baca bagaimana mau bisa mengerjakan soal ujian. Tetapi tenanglah, nilai yang saya berikan tak hanya diambil dari ujian ini saja, tetapi dari tugas-tugas kalian sebelumnya dan juga praktikum yang telah kalian lakukan. Saya sebenarnya lebih suka praktik langsung ke lapangan dari pada teori di kelas, karena teori di kelas itu bisa nyontek, jadi hasilnya bohong, kalau di lapangan tak ada yang bisa nyontek.”

Saya dan teman-teman pun kembali mengerjakan soal ujian. Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00, dan waktu ujian pun telah usai. Hari ini aku belajar tentang kejujuran dan kesabaran dalam menuntut ilmu. Aku jadi tersadar bahwa kuliah ini untuk menuntut ilmu, bukan menuntut nilai, kalau hasil serahkan saja kepada Allah. Didalam hati aku berterima kasih kepada sang dosen yang telah  meyakinkan lebih dalam kepada diri ini untuk selalu jujur dimanapun berada terutama saat ujian seperti ini. Bukankah Allah lebih dekat dari pada urat nadi?
Memang menuntut ilmu itu diperlukan perjuangan dan dalam perjuangan dibutuhkan kesabaran.
Terima kasih beh.

Malam minggu, 23 Juni 2012
Dikamar wayoujiai.

Ayo teruslah semangat belajar dan semangat berlomba-lomba dalam kebaikan.

4 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s