Pidato Terakhir Umar bin Abdul Aziz

Wahai masyarakat sekalian, kalian tidak diciptakan secara sia-sia dan kalian juga tidak akan dibiarkan begitu saja. Kalian akan menghadapi hari perhitungan yang akan membalas dan mengganjar apa pun yang kalian pernah lakukan. Betapa menyesal dan meruginya orang-orang yang disishkan dari rahmat Allah , rahmat yang mencakup segala sesuatu, dan betapa menyesal dan meruginya orang-orang yang diharamkan dari surga Allah, surga yang luasnya bagaikan luas seluruh langit dan bumi.

Ketahuilah bahwa keamanan pada saat itu hanya akan diberikan kepada orang yang takut dan tunduk kepada Allah, menjual kefanaan untuk keabadian, dan menyerahkan kenikmatan yang hanya sedikit untuk menggapi kenikmatan yang melimpah. Tidakkah kalian menyadari bahwa kalian adalah keturunan dari orang-orang yang telah mati, dan kalian juga akan seperti mereka lalu digantikan dengan generasi penerus kalian, hingga akhirnya bumi ini diwariskan kepada orang-orang pilihan.

Pada setiap saat kalian menapaki hidup dan berjalan menuju ajal yang sudah ditetapkan, walaupun kalian berusaha untuk bersembunyi di balik bumi, namun tetapi ajal itu tetap akan datang. Kalian pasti akan berpisah dengan orang-orang yang kalian sayangi, memutuskan hubungan dengan orang-orang yang masih hidup, lalu tinggal di dalam gundukan tanah, dan bersiap untuk menghadapi perhitungan.Kalian tergadaikan dengan perbuatan kalian sendiri, tidak membawa kepemilikan apa pun yang kalian miliki selama di dunia. Maka bertakwalah kalian kepada Allah sebelum ajal itu itba, sebelum waktu hidup kalian telah habis. Demi Allah aku bersumpah, perkataan yang aku ucapkan saat ini terlontarkan dariku sementara aku sendiri mungkin lebih banyak dosanya daripada siap pun diantara kalian. Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya atas dosa-dosa tersebut.

Siapapun diantara kalian yang kami ketahui memiliki kebutuhan, maka aku akan merasa tersanjung jika diizinkan untuk memnuhi kebutuhannya sesuai kemampuanku. Dan siapa pun diantara kalian yang kami ketahui memiliki kelebihan, maka aku akan merasa terhormat jika diizinkan untuk mengambil dan menyalurkannya, agar kehidupan seluruh masyarakat di negeri ini dapat merata.

Demi Allah aku bersumpah,, apabil ada niat lain di balik ucapanku ini selain apa yang telah aku sampaikan, seperti keinginan untuk menumpuk harta atau mendapatkan kehidpan pribadi yang lebih kaya, maka mulutku telah terhina dengan niat tesebut. Aku hanya menyampaikan apa yang telah dijelaskan di dalam Al Quran dan Hadits Nabi, untuk mendorong kalian semua berbuat ketaatan dan mencegah kalian dari perbuatan maksiat.

Setelah itu Umar bin Abdul Aziz mengangkat ujung jubahnya untuk menyeka air mata yang mengalir di pipinya, dan masyarakat yang mendengar pidato itu juga turut menangis bersamanya. Lalu stelah itu Umar pun turun dari mimbarnya. Itulah pidato yang disampaikan Umar untuk terakhir kalinya, ia tidak pernah menyampaikan pidato lain setelah itu hingga ajal menjemputnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s