Surat untuk Pak Gubernur dan Pengunjung Taman Kota

Aku tak setuju jika taman kota dijadikan tempat berpelukan.

Aku tak setuju jika taman kota dijadikan tempat berciuman.

Mungkin orang bilang itu kedamaian, tapi aku bilang itu kekacauan.

Karena mereka belum sah secara hukum perkawinan.

Aku ingin taman menjadi tempat bermain dan berkreasi.

Aku ingin taman menjadi tempat berbagi ilmu.

Meningkatkan kapasitas diri, bukan malah merendahkan diri.

Percuma Gubernur pasang WIFI, namun tak ada yang menggunakannya.

Aku tak ingin teman-temanku hancur karena pergaulan bebas.

Bebas melakukan apa saja ditaman kota.

Mungkin menurut mereka itu tanda kasih sayang.

Tapi menurutku itu menurunkan harga diri seseorang.

Terutama wanita.

Pak Gubernur adakah peraturan agar tak ada lagi kegiatan kemaksiatan di taman?

Karena aku ingin taman menjadi tempat yang aman.

Karena aku ingin taman menjadi tempat yang nyaman.

Karena aku ingin, orang-orang tak menjatuhkan iman di taman.

Karena aku ingin, taman menjadi tempat orang menanamkan kebaikan.

Seperti pohon-pohon yang ditanam.

Meneduhkan, membuat nyaman dan menghijaukan kota metropolitan.

———————————————————————————————–

Sebuah protes dari manusia banyak dosa dan banyak melakukan kemaksiatan. Manusia biasa yang ingin berubah dan selalu berusaha melakukan kebaikan.

sumber:http://jakarta.kompasiana.com/fasilitas-umum/2013/06/19/surat-untuk-pak-gubernur-dan-pengunjung-taman-kota-570362.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s