Renovasi Niat

(ilustrasi: wayoujiai)
Renovasi Niat (wayoujiai)

Ketika semangat menurun. Kemalasan meingkat. Bermaksiat sedikit, akhirnya dikit-dikit maksiat. Maka mengapa kita melakukan ini dan itu?

Jika kita bekerja hanya untuk mencari uang, belajar hanya untuk pamer ilmu, berpergian hanya untuk mencari kesenangan, dan yang didapat ternyata kesesatan. Maka untuk siapa sebenarnya kita melakukan ini dan itu?

Jika kita sholat hanya agar tidak dibilang Islam KTP, baca Al-Quran agar dianggap shaleh, infaq dan sedekah agar dianggap dermawan. Ternyata apa yang kita lakukan tak mendapat pujian, sanjungan, tepuk tangan, ataupun sekedar senyuman. Maka untuk apa sebenernya kita melakukan ini dan itu?

Ketika apa yang kita inginkan tidak kita dapatkan, ketika apa yang kita impikan tak sesuai harapan. Putus asa menjangkit diri, kemalasan menjalar dalam pembuluh darah, kemaksiatan tak bisa terhindar. Maka apa yang harus kita lakukan ?

Pertanyaan demi pertanyaan menghantui diri, namun jawaban tak kunjung datang. Perenungan mendalam laksana seorang pertapa dalam goa. Berpikir kritis laksana seorang orientalis. Tetap tak ada satupun jawaban yang terlintas.

Mungkin kita salah bertanya. Kita tanya pada rumput, dia hanya bergoyang. Kita tanya pada awan, dia malah menurunkan hujan. Kita tanya pada matahari dia terus menyinari. Kita tanya pada pohon, daun gugur berjatuhan. Kita tanya pada patung, taka ada gerak, tak ada suara, tak ada jawaban.

Kepada siapa kita mesti bertanya? Maka kita tanyakan saja pada hati kecil yang tersempil dibalik raga. Tanyakan saja siapa yang menciptakan kita? Mengapa kita ada didunia? Mengapa kita melakukan ini dan itu? Tanyakan, tanyakan dan tanyakan. Jika kau tak punya iman, maka kau tak kan temukan jawaban.

Jika kau temukan jawaban pasti selalu ada kata Tuhan, Tuhan dan Tuhan. Siapa Tuhan itu? Allah, Allah dan Allah. Ada berapa Allah itu? Satu, satu dan satu. Lalu untuk siapa kita lakukan ini dan itu? Untuk Allah, Allah dan Allah. Maka apa yang harus kita lakukan? Renovasi niat!!!

Jika kita bekerja bukan untuk Allah, jika kita belajar bukan untuk Allah, jika kita sholat bukan untuk Allah, jika kita baca Al-Quran bukan untuk Allah, jika kita infaq dan sedekah bukan untuk Allah. Maka untuk apa lagi? Allah tak butuh kerja kita, ilmu kita, sholat kita, bacaan Quran kita, infaq dan sedekah kita, karena sesungguhnya semua itu atas kekuatanNya. Semua yang ada di dunia ini karena kekuasaanNya. Dan apapun yang kita lakukan tak akan membuat Allah semakin kuat ataupun semakin lemah. Dia tetap yang Maha Kuat, Maha Kuasa, Maha segala-galanya.

Hidup ini singkat. Namun tugas berat harus terus diangkat. Tugas menjadi khalifah yang ada dipundak manusia, menjadi amanah yang harus ditunaikan. Ketika kita merasa berat, merasa lemah dan tak berdaya akan semua ini, maka mintalah kekuatan itu kepada Allah. Niatkan apa yang kita lakukan karena Allah. Karena segala kekuatan, kekayaan, keadidayaan manusia semua karena Allah. Wallahualam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s