Mengapa Asiong Memilih Islam?

Kurang lebih seminggu yang lalu ada seorang mualaf sholat maghrib di masjid dekat rumah saya. Setelah selesai sholat, Imam sholat maghrib mempersilahkan kepada sang mualaf untuk maju ke depan dan menceritakan kisah keislamannya.

Nama saya sebelum masuk Islam adalah Asiong. Sekarang saya telah berganti nama menjadi Hendra. Saya berasal dari Medan. Ketika ke Jakarta, saya tinggal bersama paman saya. Setiap hari saya membantu Paman saya membersihkan patung di kelenteng.

Suatu ketika saya membuat kesalahan. Patung yang saya bersihkan terjatuh dan pecah. Kemudian saya dimarahi oleh paman saya. Setelah selesai memarahi saya, patungnya beliau ambil dan dibuang ke tempat sampah. Saya pun membantu beliau membersihkan pecahan patung itu. Namun ada hal yang terus terngiang di kepala saya. Mengapa patung alias “Tuhan” yang kami sembah dengan mudahnya dibuang begitu saja?

Singkat cerita, saya masuk Islam. Ketertarikan saya masuk Islam ketika saya melihat teman-teman dan tetangga saya pergi shalat tarawih. Banyak orang pergi dan berkumpul di Masjid. Hingga saya pun bertanya-tanya mengenai agama tersebut dan saya pun memutuskan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat pada 17 Agustus 2015.

Saya pun masih penasaran, kenapa dia memilih Islam, tak memilih agama yang lain?

Agama lain sama saja dengan agama saya sebelumnya. Sama-sama menyembah patung. Padahal patung itu manusia yang buat dan dapat hancur. Apakah Tuhan yang menciptakan kita itu bisa hancur? Ada lagi yang mengajarkan Tuhan itu ada tiga. Bapak, Bunda dan Anak. Kemudian saya berpkir, jika Tuhan itu bisa lahir, berarti Tuhan itu bisa mati.

Itulah alasan Asiong yang sekarang bernama Hendra, menentukan dirinya untuk ber-Islam. Karena Islam tidak mengajarkan menyembah patung, tidak pula mengajarkan bahwa Tuhan itu bisa beranak dan diperanakkan.

Note:
Tulisan ini tidak bermaksud untuk menjelekkan agama lain selain Islam. Tulisan ini bertujuan untuk menguatkan keimanan saya dan teman-teman muslim lainnya. Karena setiap manusia bebas memilih agama yang dipercayainya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s