Ciri Orang yang Mendapatkan Rahmat

Hari ini saya akan berbagi tentang Ciri Orang yang Mendapatkan Rahmat. Bagi yang suka sama Rahmat, jangan Geer dulu. Ini bukan rahmat gebetan kamu. Bagi yang bernama Rahmat juga jangan Geer. Ini bukan cerita tentang kamu. Ini tentang orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

Coba kita baca At Taubah ayat 71
(71). وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚأُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗإِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Ayat di atas menjelaskan tentang orang-orang yang mendapatkan rahmat. Orang yang mendapatkan rahmat, dia akan sukes dunia-akhirat.

Kita tak boleh berputus asa mengharap rahmat Allah.

Cinta yang Allah berikan bukan hanya kemudahan tetapi juga kesulitan dan tantangan. Kedua hal tersebut dapat mengangkat kemulian seseorang. Oleh karena itu, orang beriman tidak ada kata frustasi dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan. Tidak boleh berputus asa mengharap rahmat Allah. Ingatlah bahwa setelah kesulitan ada kemudahan (Inna ma’al ‘usri yusro). Bersama kesulitan ada kesuksesan.

Ada lima cara untuk mendapatkan rahmat Allah SWT berdasarkan surat At Taubah ayat 71:

kolaborasi.jpg

Pertama, orang-orang beriman yang saling berkolaborasi untuk membangun negeri ini. Oleh karena itu ukhuwah menjadi penting, sehingga berbagai persoalan bisa diselesaikan bersama-sama.

Contoh dalam hal kepemimpinan. Seringkali kita kesulitan menemukan muslim yang cerdas, mempunyai integritas, amanah dan dapat menginternalisasikan Islam ke dalam kehidupan sehari-hari. Sikap amanah akan menarik rezeki. Sikap khianat akan menarik kefakiran.

Contoh lain dalam hal ekonomi. Ekonomi Islam adalah ekonomi kerakyatan, bukan ekonomi kapitalistik. Dalam hal ini, umat Islam cenderung disepelekan dalam hal perekonomian. Oleh karena itu, umat Islam harus mampu membangun perekonomian.

jadilah pemain bukan penonton.jpg

 

Kedua adalah kita harus menjadi pemain dalam ya’muruna bil mar’ruf wayanhauna ‘anil munkar. Kita tak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus berperan.dalam mengajak kebaikan dan saling mengingatkan untuk menjauhi keburukan. Kuncinya adalah dalam berdakwah, umat Islam harus memberikan solusi kehidupan.

Seminggu yang lalu Prof Didin pergi ke Jepang. Orang-orang Jepang adalah orang yang cinta kebersihan, mempunyai disiplin dan etos kerja yang tinggi. Namun dalam hal ruhiyah, orang Jepang ini rapuh.

Kurang lebih 30% anak SMP sudah melakukan hubungan seksual.  Hubungan anak dan orang tua tidak lagi rekat. Beliau melihat ada ibu-ibu yang menggendong sesuatu dengan rasa sayang. Beliau kira itu adalah anaknya, ternyata itu adalah anjingnya.

Oleh karena itu dakwah bukan hanya sekedar ceramah. Tetapi juga mampu memberikan solusi permasalahan. Dakwah bisa dilakukan dengan pekerjaan, pergaulan ataupun kekuasaan. Dakwah dengan kekuasaan mempunyai efek yang besar.

Contoh, ketika Perusahan BUMN tidak mewajibkan zakat penghasilan kepada pegawainya yang muslim. Zakat penghasilan yang didapat hanya 170 juta per bulan. Tetapi ketika zakat penghasilan diwajibkan kepada pegawainya yang muslim dan mempunyai penghasilan diatas 4 juta rupiah. Zakat penghasilan yang didapat hingga 6 milyar rupiah perbulan.

1.jpg

Ketiga, menegakkan shalat. Kita harus jadikan shalat berjamaan menjadi kebutuhan. Hebatnya di Indonesia adalah ketika Shalat Jumat, jamaahnya hingga keluar masjid. Namun ketika shalat harian?

Padahal, dari shalat berjamaah, bisa menumbuhkan rasa cinta dan sayang sesama orang yang beriman.

tunaikan zakat (1).jpg

Keempat, menunaikan zakat dengan sebaik-baiknya. Zakat dan infaq itu tidak mengurangi harta kita. Justru, zakat dan infaq itu memberikan keberkahan kepada harta yang kita miliki.

taatlah.jpg

Kelima, taat kepada Allah dan Rasulullah.

Jika kelima hal ini menjadi kebutuhan dasar bagi kita. InsyaAllah kita akan termasuk kedalam kelompok orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Allah SWT. wallahualambisshowab.

 

Keterangan:
Tulisan ini merupakan catatan dari ceramah Jumat Prof.Dr. Didin Hafidhudin di Masjid Raya Pondok Indah, 6 Mei 2016.
Gambar diambil dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s