Aamiin. Isyarat Ceramah Telah Usai

Ngabuburit

Hari pertama Tarawih memang masjid selalu penuh. Bapak-bapak, ibu-ibu, om-om, tante-tante, mas-mas, mba-mba, serta adik-adik kecil yang masih unyu-unyu mengisi setiap sela-sela shaf yang kosong.

Ramadhan tahun ini di Masjid dekat rumah, jamaah tarawih tak lagi meluber, tapi tetap penuh. Masjid sudah ditingkat menjadi dua lantai. Kapasitas ruangan menjadi lebih besar. Ruangan masjid juga sekarang ber-AC. Tak lagi gerah seperti dahulu. Sepulang tarawih, hujan keringat tak lagi membasahi kaos dan baju koko.

Akhi, ukhti yang dirahmati oleh Allah.. ahaiii..

Catahmadan kali ini, sang khotib, Ustad Taufik Hidayat menyampaikan tentang lima hal yang harus diperhatikan agar kita menjadi orang yang bertaqwa. Ustad ini bukan mantan pemain bulu tangkis yang pernah menduduki peringkat nomor satu dunia. Kebetulan hanya namanya saja yang sama.

Suatu ketika Umar bin Khatab r.a, berdiskusi dengan salah satu sahabat yang ane lupa namanya. Kita sebut saja Ujang. Umar bertanya kepada sahabat ini. “Wahai ujang, apa itu taqwa?” Ujang kemudian bertanya balik, “Pernahkah kau menginjak duri?”

Dalam hati, buset dah ini sahabat, ditanya malah balik nanya. Ane mencoba masuk ke Lorong Waktu SCTV. Melewati blackhole. Menjekaki zaman rasululullah dan sahabat. Disana, Ane mencoba membantu Umar bin Khatab menjawab pertanyaan Ujang.

“Ya, sakitlah Jang, nginjek duri.”
Kemudian Ujang nanya balik, “Terus biar gak nginjek duri, ente harus ngapain?”
“Kok ente malah nanya ane. Kan ente lagi ngobrol sama Umar.”
“Udah jawab aje.”
“Ya kita harus hati-hati lah Jang, biar gak nginjek duri.”
Ujang mengangguk tanda setuju. Ane pun kembali masuk ke lorong waktu, melewati blackhole dan kembali ke masjid mendengar ceramah Ustad Taufik Hidayat.

Dari potongan diskusi ini, kita bisa ambil hikmahnya, bahwa perilaku seseorang yang bertaqwa yaitu hati-hati. Seperti kalau lagi mengendari mobil, kita harus hati-hati agar tidak menabrak pembatas jalan, mobil lain atau bahkan nyemplung ke jurang.

Begitu juga dalam hidup, kita harus berhati-hati agar tidak terjerembab ke jurang kemaksiatan. Kalau mau makan, kita harus berhati-hati, apakah halal atau haram. Dalam mencari rezeki kita harus berhati-hati,  tidak mencoba-coba korupsi. Kalau mau ngelamar perempuan hati-hati, apakah dia sudah punya suami.

Ada lima hal yang mesti diperhatikan agar kita menjadi orang yang bertaqwa:

Pertama adalah bersyukur. Dalam bersyukur, ada tiga hal yang mesti dilakukan pertama melalui lisan, kedua hati, ketiga perbuatan. Jadi bukan sekedar di lisan kita bilang ke orang-orang. “Alhamdulillah ya, walaupun rezeki-nya segini-gini aja, tapi masih punya Alphard.” (dengan gaya syahrini kece badai). Tapi di hati kita greneng.

Kemudian, di hati dan lisan kita bersyukur, tapi ibadah kepada Allah tidak kita lakukan. Shalat cuman maghrib doang. Puasa kalau lagi rame-rame. Kalau sendirian di kamar, bebas makan dan minum.

Kedua, berdoa sebanyak-banyaknya kepada Allah. Apalagi ini bulan ramadhan. Segala ibadah yang kita lakukan akan dilipatgandakan. Bonus pahalanya besar. Apalagi bulan ramadhan adalah bulan yang mustajab untuk kita berdoa. Berdoalah sebanyak-banyaknya. Gak bayar. Gratis. Mengutip kata Umar bin Khatab, “Jangan sia-siakan kesempatan”. Mumpung ini bulan Ramadhan.

Ustad Taufik Hidayat baru menyampaikan dua cara agar kita menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah. Dua jamaah disamping ane, udah teriak-teriak, Aamiin. Setiap ustadnya ngomong, disahutin, Aamiin.

“Mari kita berdoa sebanyak-banyaknya. Aamiin. Karena siapa yang berdoa, maka akan Allah kabulkan. Aaamiin. Mumpung ini bulan Ramadhan. Aamiin. Bulan yang penuh berkah. Aamiin.”

Dua jamaah ini memang sudah tak sabaran. Sepertinya takut ketinggalan sinetron Tukang Bubur Naik Haji.

Akhirnya ustadnya sadar. Bahwa waktu ceramahnya telah lewat dari 15 menit. Jam dinding telah menunjukkan waktu 20.20. Ustadnya pun menyudahi ceramahnya. “Saya sudahi ceramah saya sampai disini. Buah rambutan, biji selasih. Cukup sekian dan terima kasih.”

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s