4 Hal yang Harus Dipersiapkan Di Bulan Ramadhan

Empat Hal yang Harus Dipersiapkan di Bulan Ramadhan

 

Assalamualaikum, apa kabar akhi-ukhti yang dirahmati Allah? Semoga baik-baik saja ya. Di Catahmadan Part 2 ini, ane akan berbagi empat hal yang harus dipersiapkan di bulan ramadhan. Empat hal ini disampaikan oleh Ustad Abdul Khoir dalam ceramah tarawihnya.

“Apa saja empat hal itu?” tanya ustad kepada para jamaah.
“Gorengan, Es Kelapa, Nasi Padang, dan Sop Buah.” jawab ane dalam hati
“Et dah… itu mah menu buka puasa.” jawab ustad nyahutin dari dalam hati.

Dalam menghadapi bulan suci ramadhan ada empat hal yang harus dipersiapkan:

Pertama, persiapan ruhiyah. Siapkan jiwa dan hati serta luruskan niat kita. Mengapa kita berpuasa? Apakah karena malu takut diledekin orang dan sekedar ikut-ikutan. Apakah berpuasa sebagai ajang pengurusan badan? Atau memang benar niatnya karena Allah semata.

Banyak orang yang berpuasa, tetapi hanya mendapatkan lapar dan haus (HR Ahmad).

Kedua, persiapan jasadiyah. Kita harus jaga kesehatan fisik kita. Faktor kesehatan ini penting dalam menjalankan puasa. Karena kalau tidak sehat, bagaimana kita bisa puasa. Tapi jangan alasan, kalau cuma batuk-pilek-sedikit pusing lalu tidak berpuasa. Kecuali, jikalau melakukan puasa dapat menyebabkan penyakitnya tambah parah, maka dianjurkan untuk tidak berpuasa. Apalagi jika dapat menyebabkan kematian, Allah malah melarangnya berpuasa.

Allah memberikan kemudahan bagi orang yang sakit untuk tidak berpuasa dan menggantinya pada hari yang lain. Hal ini telah dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 185.

Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.

Ketiga, persiapan maliyah. Kita siapkan sebagian harta kita untuk infaq, sedekah dan zakat. Jika niatnya karena Allah, maka Allah akan melipatgandakan pahala kita. Banyak ayat yang menjelaskan tentang hal ini. Salah satunya di surat Al-Baqarah ayat 272.

Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya.

Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah.

Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan).

Keempat, persiapan fikriyah. Kita membutuhkan ilmu, terutama yang berkaitan dengan bulan suci ramadhan. Bagaimana mungkin kita berpuasa, tetapi tidak tahu ilmunya? Hal-hal apa saja yang membatalkan puasa. Apa keutamaan bulan Ramadhan? Apa itu lailatul qadar? Banyak hal yang mesti kita pelajari. Sebagaimana telah diterangkan di surat Al Isra ayat 36.

Dan janganlah engkau turut apa-apa yang engkau tidak ada ilmu padanya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan ditanya.

Jika baca ayat ini, ane agak ngeri sebenarnya. Ilmu agama ane masih ikan cere, tapi udah sok tahu menulis-nulis tentang agama di blog. Tetapi dari ayat ini, ane jadikan motivasi untuk lebih banyak belajar.

Menulis di blog ini juga merupakan sarana belajar bagi ane. Tujuannya agar ane bisa mengingat apa-apa yang telah disampaikan oleh para guru, ustad, syeikh, ulama dan sebagainya yang mempunyai keilmuan mumpuni dibidangnya. Kalau para pembaca blog ini ada yang merasakan manfaatnya, alhamdulillah, itu bonus bagi ane.

Wassalam. Minta makan gak dikasih. Cukup sekian dan terima kasih. Sampai jumpa di catahmadan berikutnya.

 

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s