Sedikit, Namun Dianjurkan di Bulan Ramadhan

sedikit namun dianjurkan

Dalam ceramah tarawih semalam. Ustad yang ane lupa catat namanya menyampaikan tiga hal yang patut direnungkan di bulan Ramadhan. Tiga hal ini dianjurkan untuk dilakukan sedikit dan seefektif mungkin. Apa tiga hal itu?

Pertama, menyedikitkan bicara, kecuali bicara yang benar dan manfaat. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, bicaralah yang benar atau diam (Muttafaq alaih).  Jangan gosip, menggunjing orang lain dan berbagai perkataan yang dapat mengurangi pahala puasa. Jangan sampai ramadhan yang indah ini tercederai oleh perkataan kita.

Kedua, menyedikitkan makan. Jangan sampai acara buka puasa menjadi ajang balas dendam. Es Kelapa, Es Blewah, Es Teh Manis, Gorengan, Nasi Padang, Sate, Soto Ayam, semuanya dicobain. Kalau sudah kekenyangan, yang datang adalah kemalasan. Ngantuk dan pingin tidur. Ada ibadah yang tidak boleh dilakukan ketika ngantuk, yaitu membaca Quran. Kata nabi, kalau sudah ngantuk lagi baca Quran, tutup Qurannya.

Ketiga, menyedikitkan tidur. Mumpung bulan Ramadhan, jangan sia-siakan setiap detik yang berlalu. Di bulan Ramadhan, detak nadi jadi tasbih dan tidur jadi ibadah. Maka alangkah beruntungnya ketika mampu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Tingkatkan  tilawah Quran, Qiyamul Lail, sedekah, memberi makan orang yang berbuka puasa, serta aktifitas lain yang mampu meningkatkan kualitas puasa kita di bulan Ramadhan.

Itulah tiga hal yang sedikit, namun dianjurkan di bulan Ramadhan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s