Nasehat yang Terlupakan

Nasehat yang terlupakan

Sebagian para ulama berpendapat, Hiduplah di dunia ini janganlah cari pembenaran tapi carilah kebenaran.

Suatu contoh, kemarin saya (sang ustad) ceramah tarawih di salah satu masjid. Setelah selesai tarawih, ada seorang jamaah yang bertanya pada saya.

“Ustad, kenapa kita mesti capek-capek beribadah? Ada kisah seorang yang melacur hebat, tapi dia bisa masuk surga karena memberi minum anjing yang kehausan.”

Lalu saya menjawab, “Pertanyaannya malam ini ada tidak anjing yang kehausan?”

Yang bertanya terdiam.

“Ok, misalkan ada anjing yang kehausan, mau tidak setelah kita memberi minum anjing itu, setelah 300 meter melangkah pergi, kita mati? Seperti apa yang kamu kisahkan”

Yang bertanya tetap terdiam.

“Tidak ada yang mau kan.”

Oleh karena itu jangan mudah tergoda dengan rayuan-rayuan. Nanti saja kita berbuat baik kalau kita mau mati. Memangnya kita tahu, kapan kita mati?

Ingat, hiduplah di dunia ini jangan cari pembenaran, tapi carilah kebenaran.

———————————————————————

Tulisan ini merupakan potongan catatan ceramah tarawih yang tanggal 18/06/2016 oleh Ustad yang saya lupa catat namanya.

Yang ditanyakan dan dijelaskan tersebut merupakan salah satu hadits nabi.

Dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda:

Ada seorang wanita pezina melihat seekor anjing di hari yang panasnya begitu terik. Anjing itu mengelilingi sumur tersebut sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya (lalu menimba air dengannya). Ia pun diampuni karena amalannya tersebut.” (HR. Muslim no. 2245).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s